Yudi Krismen Pertanyakan Kinerja Penyidik Polresta Pekanbaru

RIAU (KoranOnline.co) – Keluarga ZK (tersangka narkoba di Kepolisian Resort Kota Pekanbaru) sontak terkejut saat menemukan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) terhadap keluarganya tersebut, hal ini dikarenakan terdapat perbedaan dengan BAP pertama oleh pihak penyidik di Polresta Pekanbaru.

Beruntung saat pelimpahan Tahap II (P 21) dari pihak Kepolisian ke pihak Kejaksaan beberapa waktu lalu itu pihak keluarga ZK turut didampingi oleh seorang Kuasa Hukum yakni Dr. Yudi Krismen, SH, MH.

Kepada KoranOnline.co Yudi menyebutkan bahwa pihak keluarga (ZK-Red) sama sekali tidak terima atas perubahan BAP yang diberikan kepada kliennya itu, sebab perubahan BAP-nya sangat besar, dimana terdapat beberapa barang bukti dan tersangka yang dihilangkan dari BAP pertama.

“Disini kita melihat ada perubahan BAP pertama dengan BAP yang diserahkan pada Kejaksaan, dan sudah pasti peran penyidik secara sengaja atau disebut dengan kealpaan yang disengaja dari penyidik secara massif dalam proses sidik,” ungkapnya melalui pesan WhatsApp-nya.

Menurut Yudi, pada dasarnya pihak keluarga sangat menolak dan tidak menerima keterangan BAP yang di P21 kan ke pihak Kejaksaan tersebut, namun karena P21 itu adalah kewenangan dari pihak Kejaksaan, Yudi mengatakan selanjutnya akan memperjuangkan penuh hak daripada klien-nya tersebut di Pengadilan Negeri.

Wajar saja, dari 4 orang yang ditangkap atas pengembangan kasus yang sama dengan ZK, tiga orang diantaranya sudah menghirup udara bebas alias lepas dari jeratan hukum, sedangkan Yudi sendiri mengaku hanya ingin pihak penegak hukum bisa menegakkan hukum tanpa ada pandang bulu.

“Kasus ini awalnya adalah pengembangan, tapi karena terdapat beberapa tersangka yang kita anggap sengaja dihilangkan, tentu disini kita akan memperjuangkan hak dari klien kita di Pengadilan Negeri dengan cara menggali fakta dalam persidangan,” paparnya.

Tidak sampai disitu saja, Yudi yang juga mantan polisi itu menegaskan, jika memang fakta membuktikan ada ketidak profesionalan dari penyidik, sebagai kuasa hukum ia siap mendampingi keluarga untuk membuat laporan hingga ke Propam.

“Kasus ini akan kita kawal sampai akhir, kita berharap kasus ini bisa selesai seperti yang kita harapkan dan hukum tegak sesuai dengan fakta di dalam persidangan,” tegasnya.

Sementara itu, berdasarkan informasi yang dihimpun KoranOnline.co dari berbagai sumber, berkas P21 yang dilayangkan oleh pihak kepolisian ke Kejaksaan Negeri Pekanbaru hanya ada satu orang tersangka yakni ZK.

Sedangkan dalam BAP awal yang diperoleh keluarga ZK, terdapat tiga orang tersangka lainnya yang ikut ditangkap bersamaan dengan tersangka, kemudian satu pelaku lainnya bernisial RB yang sudah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

Dalam BAP pertama yang dipegang oleh keluarga ZK, terdapat tiga orang tersangka yang tertuang dalamnya adapun ketiga tersangka itu diantaranya Fa alias Di, SF alias Saf dan MS dan satu lagi DPO bernisial RB.

Bahkan dijelaskan dalam BAP pertama, terdapat barang bukti berupa uang tunai Rp1.900.000, Happy Five, ganja kering, Inex dua butir, Hp Blackberry warna hitam, tas sandang bercorak loreng dua unit senjata jenis sofgan.

Hingga berita ini diturunkan, media KoranOnline.co belum bisa menghubungi pihak Polresta Pekanbaru Kombes Pol Susanto, begitu juga dengan Kasat Narkoba Kompol Dedi Suherman selaku penyidik.(Fadhly) Sumber : https://www.koranonline.co/2018/06/02/yudi-krismen-pertanyakan-kinerja-penyidik-polresta-pekanbaru/

Share and Enjoy !

0Shares
0 0

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *