Terkait BAP ‘Siluman’, Yudi Krismen : Adanya Indikasi Abuse of Power

Riau1.com -Pekanbaru- Nampaknya Satuan Narkoba Polresta Pekanbaru akan mendapatkan masalah serius terkait dengan indikasi penyalahgunaan wewenang ( Abuse Of Pawer) oleh penyidik.

Dimana indikasi itu merupakan ditemukan sejumlah Berita Acara Pemeriksaan (BAP) yang bertikai. Dimana, dalam tiga BAP itu baik tersangka maupun barang bukti (BB) tidak sesuai dengan kronologis BAP awal.

Terkait dengan permasalahan ini, kuasa hukum salah satu tersangka Dr Yudi Krismen SH MH, menegaskan bahwa dirinya akan melaporkan permasalahan itu untuk keadilan.

” Kita akan surati secara resmi permasalahan ini ke propam polri, komnas ham, irwasum polri dan komisi 3 DPR Ri. Karena ada indikasi penggelapan perkara, abuse of power (penyalahgunaan wewenang) oleh penyidik,” tegas Yudi saat dikonfirmasi Riau1.com melalui telpone genggamnya.

Dikatanya lagi, perbuatan penyidik sudah dapat dikategorikan melakukan tindak pidana korupsi (bentuk pemerasan)atau menerima gratifikasi dari 6 orang pelaku yang dikabarkan dilepaskan tanpa proses hukum yang baik.

” Perbuatan penyidik melanggar kode etik Polri yang diatur dalam perkap No.14 Tahun 2011 tentang kode etik Polri. Dimana Penyidik tidal profesional, proporsional dan transfaran. Sebagaimana dimaksud dalam pedoman penyidikan tindak pidana perkap no.14/2012,” tuturnya lagi.

Selanjutnya, ia juga menerangkan karena Pembebasan atau pelepasan 6 ( enam) tersangka narkoba tidak sesuai prosedur hukum yg berlaku ” Kita punya bukti yang kuat. Nama-nama mereka yang terlibat dalam penangkapan itu juga ada. Kita memiliki tiga bukti BAP yang berbeda-beda. Kita akan usut tuntas masalah ini,” tegas Yudi.

Hal senada juga disampakan Dr Nurul Huda SH MH selaku pengamat, ” Perlu ditindak tegas jika memang dugaan ini tidak profesional. Agar hal ini tidak terjadi lagi kemudian hari,” kata Nurul singkat.

Sebagai mana kita ketahui, Satuan Narkoba Polresta Pekanbaru diduga bermain dalam perkara narkoba. Hal itu terkuak setelah beredarnya sejumlah BAP yang berbeda-beda. Bahkan dari sekian banyak orang yang sebelumnya ditetapkan jadi tersangka. Tapi hanya satu orang dilimpahkan ke kejaksaan (Tahap II).

Aneh tapi nyata, Kasat Narkoba Polresta Pekanbaru Kompol Dedi Suherman ketika dikonfirmasi awak media juga mengakui tidak tahu tentang BAP yang ditunjukan oleh media ” Terima kasih atas infonya. Kalau tidak dari rekan-rekan media saya juga tidak tahu tentang ini,” kata Dedi.

Dikatakan Dedi, masalah ini telah ditangani oleh Propam ” Kita belum bisa simpulkan masalah ini. Sebab perkara ini telah ditangani Propam,” terangnya saat diwawancarai dua hari lalu.

Share and Enjoy !

0Shares
0 0

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *